Minggu, 25 Desember 2016

Program Keahlian Ganda

Program Keahlian Ganda




Program keahlian ganda tahun 2016 bertujuan untuk mengatasi kekurangan jam mengajar guru produktif di SMK, sehingga memberikan peluang bagi guru-guru yang mengampu mata pelajaran lain untuk mengisi kekurangan guru produktif. Dikarenakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum dapat memastikan adanya rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), aka untuk memenuhi kekurangan guru produktif dilaksanakan program keahlian ganda.

Peserta yang dapat mengikuti program keahlian ganda adalah guru SMA/SMK, pelaksanaan program keahlian ganda ada 2 tahap yaitu tahun 2016 dan tahun 2017. 


Kekurangan Guru SMK Negeri

41.861
Kekurangan Guru SMK Swasta
50.000
Total
91.861
Rencana penambahan guru produktif yang ditargetkan adalah sebanyak 15.000 orang. 


Berikut ini adalah 51 paket keahlian yang dibuka untuk keahlian ganda :



Program keahlian ganda ini merupakan diklat terlama yang pernah ada di Indonesia, karena pelaksanaannya selama 12 bulan atau 1 tahun, berikut ini adalah penjabaran kegiatannya :


 

CERITA DARI SMK

Sedikit Cerita Waktu Masih SMK




Foto gapura ini dulu saya ambil dengan Rabar (temen seangkatan waktu kuliah), lupa dia mau bikin tugas mata kuliah apa dulu itu. Karena nggak tau SMK Negeri 9 Surakarta itu dimana yasudah saya yang nganterin kesitu.

Saya lulus dari SMP Negeri 2 Jumapolo dulu tahun 2001, dan melanjutkan untuk bersekolah di SMK Negeri 9 Surakarta. Awalnya saya pengen masuk sekolah yang ada jurusan Tata Busana, karena saya suka bikin baju dan membuat desain-desain baju. Hanyasaja karena saya tidak memiliki mesin jahit dan status orangtua yang hanya petani, jadi saya tidak diterima masuk ke sekolah tersebut. Padahal kalau menjahit baju biasanya saya kerumah kakak, karena suami kakak saya seorang penjahit jadi setiap hari kesana juga saya rasa nggak masalah.Mesin jahitnya kan juga ada 2 waktu itu, tapi yang namanya belum rejeki yasudahlah saya harus menerima kenyataan bahwa siswa yang diterima disana adalah anak orang berstatus.

Teman dekat saya waktu itu bisa diterima, padahal nilai kami sama persis danemnya. Bedanya teman saya anak Pegawai Negeri Sipil dan punya mesin jahit dirumah, karena ibunya seorang penjahit. Sedihnya itu dengan jujur waktu saya diwawancara oleh dua orang guru tetapi yang satunya hanya sebagai partner saja yang menanyai saya hanya satu orang.

Tanya : "Kenapa kamu ingin sekali masuk ke sekolah ini?"
Jawab : "Saya pengen jadi seorang desainer bu"
Tanya : "Memangnya kamu bisa jahit?"
Jawab : "Bisa bu"
Tanya : "Kamu bisa jahit apa?"
Jawab : "Jahit baju, celana, rok bu"
Tanya : "Kamu punya mesin jahit?"
Jawab : "Tidak bu"
Tanya : "Terus kamu biasanya jahit dimana?"
Jawab : "Kakak ipar saya penjahit bu, biasanya saya kesana kalau menjahit rumahnya dekat"
Tanya : "Bagaimana kamu bisa mengerjakan tugas-tugas yang banyak sekali, sedangkan kamu tidak memiliki mesin jahit?"
Jawab : "Biasanya kalau menjahit sampai malam saya disana bu, kadang juga tidur disana"
Tanya : "Masak tiap hari numpang, tugas-tugas praktek itu banyak sekali"

Saya hanya diam, dalam hati saya bertanya
"Memangnya kalau di SMK ngerjakan tugas-tugas praktek itu setiap hari yaa? Apa tidak ada pelajaran yang lainnya, masak menjahit terus?"

Tanya : "Apa pekerjaan orangtua kamu?"
Jawab : "Bapak petani, Ibu kerja di pabrik batik bu"
Tanya : "Biaya sekolah disini itu mahal disini sekolah favorit, belum lagi biaya praktek banyak memangnya orangtua kamu sanggup membiayainya?"
Jawab : "Sanggup bu, saya sekolah dibiayai kakak saya"
Tanya : "Memangnya kerja apa kakakmu sampai bisa membiayai kamu, dia petani, buruh apa karyawan pabrik?"

Saya pun diam males mau menjawab, dalam hati saya bicara

"Sepertinya saya tidak diharapkan disekolah ini, karena saya bukan anak orang kaya lebih baik saya diam saja lah"

Karena menurut saya kalau saya bilang kakak saya seorang Pegawai Negeri Sipil di Departemen Keuangan pasti saya bisa dipertimbangkan lagi untuk diterima disana. Saya tidak suka dengan lingkungan yang seperti itu, baik dengan seseorang hanya karena status dan jabatan saja. Lagian saya tidak perlu menyombongkan status kakak saya demi untuk diterima dilingkungan mereka. Saya lebih bangga diterima dilingkungan yang menghargai saya dengan status orang tua saya seorang petani.

Saya lihat mereka berdua berbisik-bisik tapi kedengaran juga bicaranya, orang cuman duduk didepan saya lho. Dari sekian banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada saya, saya bisa menilai maksud mereka apa. Mungkin memang benar kalau orangtua saya tidak sanggup membiayai semua biaya praktek disekolah itu, apalagi membelikan saya mesin jahit. Sekarang saya tidak harus menjawab pertanyaan mereka, saya pun menyikapinya dengan hanya diam dan menerima keputusan bahwa saya ditolak masuk ke sekolah tersebut.



  • TIDAK DITERIMA MASUK SEKOLAH LAIN

Mungkin memang sudah jalannya demikian, pasti ada jalan lain yang lebih baik daripada waktu itu. Saya tidak dendam dengan perlakuan mereka yang sudah meremehkan orang kecil seperti saya, semoga suatu saat orang-orang itu bisa sadar kalau apa yang dikatakan mereka tidak sepantasnya dibicarakan didepan saya. Saya masih ingat mereka berdiskusi ngomongin saya dan keluarga saya tapi mungkin memang peraturan disana seperti itu atau hanya peraturan individu saja yang melarang siswa tidak mampu bersekolah disana. Tapi biar bagaimanapun saya harus tetap berusaha sebisamungkin untuk menjadi seorang yang bisa menyenangkan hati orangtua, dan juga kakak-kakakku yang selalu mensuport saya.


Akhirnya saya mendaftar di SMK Negeri 9 Surakarta, sedih banget rasanya nggak bisa bareng sama teman saya bukan karena nggak diterima masuk di sekolah itu. Saya bersyukur sekali ketika saya datang mendaftar di SMK Negeri 9 Surakarta saya disambut sangat ramah oleh guru-guru disana. Biarpun kami belum begitu kenal, tapi waktu kami datang kesana langsung diarahkan bagaimana mendaftar sebagai siswa baru di sekolah itu.


Foto disamping ini waktu saya sudah kelas 3 SMK lho, kalau pas awal-awal saya masuk saya tidak punya foto sama sekali. 

Saya gemuk kan? nggak seperti sekarang ha..ha.... Apa gara-gara kuliah di Seni Rupa membuat saya kurus, atau mungkin karena beban pikiran karena dulu punya pacar jadi bikin kurus? 
Ahh....itu hanya perasaan saya aja, kalau yang pastinya sih beban hidup semakin berat mungkin ha..ha..ha....
 
Itu yang saya pakai adalah baju dan rok hasil jahitan saya sendiri, biarpun saya kost tapi dulu kalau hari libur saya pasti pulang ke rumah dan kalau sempat saya pasti menjahit baju dirimah kakak saya yang hanya berjarak 200 meter saja. Kalau bikin baju saya paling nggak bisa masang kerah dan lengannya pada waktu itu, jadi untuk masang kerah dan lengan saya dibantu kakak ipar saya.
 
Sangat beda jauh sekali dengan perlakuan di sekolah sebelumnya, dari situ saya mulai merasa nyaman biarpun tidak ada teman maupun kenalan disitu. Waktu ditanya saya berasal dari mana mereka kaget karena rumah saya yang jauh sekali dari Karanganyar. Apalagi jarak ke sekolah ini sangat jauh, naik bus harus ganti sebanyak 3 kali. Mereka bilang sangat salut dengan perjuangan saya yang sendiri dan tidak punya siapa-siapa disini. Mungkin karena kasian juga sama saya, setau saya mereka sangat baik-baik dan ramah-ramah itu saja. Mereka tidak tanya apakah saya orang kaya atau miskin, apa pekerjaan orangtua saya dan apa latar belakang kelurga saya. Sayapun bertanya dalam hati sambil mikir

"Apa mungkin disini saya diterima, atau jangan-jangan ditolak lagi. Kalau saya ditolak lagi disini terus saya mau sekolah dimana ya?, dipikir nantilah yang penting sekarang saya harus belajar sebaik-baiknya supaya hasil tes saya nanti bagus"



  • DAPAT TEMAN SENASIP
Tanpa sengaja saya bertemu dan berkenalan dengan Ika Indartatik diteras depan sekolah. Waktu itu dia sendirian membawa sepeda federal sedang duduk juga diteras depan sekolah. Ternyata nasip kita sama, sama-sama tidak diterima di sekolah yang sebelumnya. Alasan menolak kami juga sama, karena kami tidak memiliki mesin jahit dan orangtua kami hanya seorang petani.

Waktu itu saya mendaftar hanya memakai fotocopy (Surat Keterangan Hasil Ujian) SKHU, karena SKHU yang asli masih di sekolah tempat daftar yang sebelumya. Akhirnya sayapun mendapatkan nomor untuk mengikuti tes bakat menggambar di SMK Negeri 9 Surakarta. Setelah beberapa hari kemudian baru keluar nama-nama siswa yang lolos ujian masuk di SMK Negeri 9 Surakarta. Dan alhamdulillah nama saya keluar, dan saya dinyatakan diterima di SMK Negeri 9 Surakarta.

Ika berasal dari Wonogiri, disini dia numpang sama pamannya yang berjualan pakan burung di Nusukan. Jadi kemana-mana dia selalu naik sepeda federalnya, kalau nggak pasti naik angkutan umum. Karena saya sendirian tidak ada teman satupun disana, ika juga demikian jadinya kami berteman baik sampai sekarang.

Di SMK Ngeri 9 Surakarta waktu kami masih kelas 1 dulu belum ada penjurusan, jadi semuanya masih jurusan umum. Tapi pada waktu saya naik ke kelas 2 saya dimasukkan ke jurusan Seni Rupa, itu berdasarkan hasil tugas-tugas saya selama kelas 1.

Saya masuk di kelas 1 G sedangkan Ika masuk di kelas 1 F, yahh.....kami beda kelas. Sedih rasanya, tapi mau gimana lagi. Waktu itu Ika nggak betah di kelas 1 F, katanya anaknya nakal-nakal dan suka ribut dikelas. Ika sudah lapor ke wali kelas kalau mau pindah ke kelas G, tapi nggak jadi karena di kelas G kurang nyaman katanya. Yasudah saya sendirian dikelas, dapat tempat duduk paling depan sendiri. Lupa, kalau nggak salah saya satu meja dengan Lestari. Saya belum begitu akrab dengan teman satu kelas saya, karena merasa minder dan nggak pede sama sekali. Saya kan orang dari desa sedangkan mereka orang kota, apalagi saya tidak ada teman barengan dari SMP.


  • KABUR DARI KOST
Waktu itu saya kost didekat sekolah, karena tempatnya horor dan saya sering diganggu dengan penampakan-penampakan yang timbul tenggelam. Terkadang kalau habis salat saya berdzikir sebelum berdo'a ada yang ngikuti berdzikir disebelah saya. Bayangin aja ada suara nggak ada bentuknya, pas ada bentuknya nggak ada suara gimana saya betah tinggal disana coba. Senam jantung dibuatnya, pengenya pulang bisa istirahat karena disekolah seharian capek malah sampai rumah jedag-jedug rasanya.

Setelah 3 hari saya betah-betahkan tinggal disana, saya rasanya nggak sanggup untuk tinggal lebih lama lagi. Bukanya saya takut, horor aja nggak bisa tidur dengan tenang istirahat juga nggak bisa. Apalagi tempat tidur saya itu dulunya ruang kerja almarhum bapak kost saya. Saya sudah berusaha cuek dengan keadaan, tapi semakin dicuekin semankin sering saya diganggu. Kemudian saya cerita kejadian-kejadian aneh itu sama Ika, jadilah Ika menyusun rencana untuk pindah dari kos pulang sekolah itu juga. Dengan alasan saya mau numpang dirumah saudara, karena orangtua yang menyuruh. Jadilah sore itu ika menemani saya ke kost untuk mengepak barang-barang seadanya.

Setelah berpamitan saya jalan kaki sambil gendong ransel besar yang biasanya dipakai kakak saya naik gunung. Sedangkan Ika berjalan disamping saya dengan menuntun sepeda federalnya, kami berjalan lumayan jauh dari Banyuanyar ke Nusukan. Mungkin sekitar 30 menit kami berjalan kaki sampai kerumah pamannya Ika. Malam itu juga saya menumpang dirumah paman Ika, dan besok paginya kami kesekolah lagi. 

  • KOST BARU
Setelah pulang sekolah Ika menemani saya mencari tempat kost disekitar sekolah, setelah keliling banyak tempat kost yang penuh akhirnya saya mendapat tempat kos yang kamarnya sudah diisi orang. Mau gimana lagi karena terpaksa dan saya nggak enak numpang tidur dirumah pamannya Ika mau tidak mau ya harus mau.

Saya satu kamar dengan Mbak Hartatik, dan Mbak Umi. Tadinya saya nggak mau, masak 1 kamar bertiga kan nggak enak apalagi kamarnya sempit cuman muat kasur 1 dan sisa tempat untuk lemari dan tempat salat. Cuman karena Mbak Umi itu jarang di kost dan pulang ke rumahnya di Boyolali, jadi saya mau bertiga disana. Mereka adalah kakak tingkat saya di sekolah, biarpun awalnya kami tidak kenal disitulah kami berkenalan. 

Sore itu juga saya ikut pulang ke rumah paman Ika dan mengambil tas ransel saya yang berisi baju. Setelah saya pamit kepada paman Ika sayapun naik angkutan umum kekost yang baru. Kos kami dulu campuran cowok dan cewek, kamar cewek kamarnya ada didalam sedangkan kamar cowok ada diluar bagian belakang. 

Seingat saya dulu teman kost disana ada Mas Sugiyanto, Mbak Hartatik, Mbak Umi, Yani, Meika, Wawan, Sigit, Gunanto dan siapa lagi saya lupa. Akhirnya saya kenalan juga dengan  mereka, ternyata Yani, Wawan, Sigit dan Gun itu 1 kelas dengan saya di G, sedangkan meika 1 kelas dengan Ika di F. Akhirnya ada barengan temen ke sekolah dari kost. Biarpun sebenarnya kost situ juga horor, tapi karena banyak teman saya betah-betah aja.


  • PINDAH KOST
Beberapa bulan kemudian saya diajak pindah adik sepupu saya Lastri kost didaerah Purwosari. Kebetulan dia diterima masuk kuliah di AMIK Sinar Nusantara dan harus masuk kuliah secepatnya. Karena dia sebelumya menetap di Nusa Tenggara Timur mengikuti Pak Lik dan Bu Lik saya berdagang disana, jadi daerah solo dia tidak mengenal sama sekali. Makanya saya disuruh menemani disana, dan dia juga tidak berani kost sendiri, sehingga minta saya menemani kos di Purwosari.

Kost baru saya tepat dibelakang kampus AMIK Sinar Nusantara daerah Purwosari. Kalau dari sekolah mungkin sekitar 15 atau 20 menit kesana, karena naik angkutan umum jadi sering berhenti lama nyari penumpang di jalan. Biarpun kalau ke sekolah saya harus naik angkutan umum 2 kali, yaitu angkutan 01a dari AMIK ke Penumping dan dari Penumping naik angkutan 09 ke Banyuanyar. 

Kalau pagi takut terlambat pergi ke sekolah saya naik angkutan umum 2 kali, teapi kalau siang saya cari yang irit saja. Saya naik angkutan 09 turun di perempatan Gendengan (sekarang perempatan barat Solo Grand Mall), setelah itu saya berjalan kaki ke kost. Jauh juga tapi nggak apa-apa sekalian saya olahraga, ngirit duit juga jadi bisa jajan es buah waktu itu.







  • JURUSAN DI SEKOLAH
Jurusan yang ada di SMK Negeri 9 waktu itu ada Seni Rupa, Kriya Tekstil, Kriya Kayu, dan Kriya Logam. Saya tidak berminat sama sekali masuk ke jurusan tekstil, karena di jurusan tekstil setau saya menjahit, membatik, menyulam, dll.

Saya pikir karena dari kecil saya sudah terbiasa membatik dirumah, menjahit sudah bisa, menyulam juga bisa yasudah saya tetap dijurusan Seni Rupa aja. Karena di tekstil itu isinya cewek semua, saya paling males banget kalau berurusan sama cewek-cewek, karena pengalaman saya pernah diajak ribut sama cewek gara-gara digosipin saya deket sama cowoknya. Bukanya saya takut cuman males aja ribut, karena banyak kejadian yang saya lihat kakak-kakak tingkat yang jurusan Tekstil suka berantem sampe cakar-cakaran.

Jadinya saya masuk ke kelas 2 Seni Rupa B, disana cowoknya banyak sedangkan ceweknya hanya 5 orang. Seingat saya dulu


Jumat, 23 Desember 2016

Cerita Masa Muda

With Mass Puu



Awalnya kami hanya teman biasa saja, kenal juga dari teman itupun juga tidak disengaja. Kami memiliki latar belakang yg sangat berbeda sekali.

Dari semua perbedaan itu kami bisa menjadi akrab dengan tukar pengalaman dan cerita panjang lebar. Background dia yg seorang pemain musik, saya hobby nyanyi cuman asal-asalan. Dia aliran rocker, saya aliran campursari dan mengarah ke dangdut๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ bisa dibayangkan sangat berbeda jauh kan?
Dia anak teknik saya anak seni, sangat bertolak belakang sekali. Tetapi dia suka dengan seni dan sangat tertarik ketika saya bercerita mengenai kegiatan-kegiatan anak seni.

Kebetulan ada salah satu hal yg ternyata kami nyambung waktu membahas club motor, dan dari situ kami mulai ngobrol kesana kesini. Yg tadinya garing bisa menjadi lebih akrab suasananya.

Yahh...club motor yg dulunya lagi ngetrend dan digandrungi anak muda sekitar th 2002-2007. Saya tertarik dengan yg namanya modifikasi motor, karena punya temen-temen yg suka nongkrong dibengkel lebih asik daripada temen-temen yg suka nongkrong diwarung atau cafe ha..ha.....


Dari bengkel ilmu yg saya dapatkan sangat banyak sekali, karena setiap hari permasalahan kerusakan motor yg dihadapi bermacam-macam. Saya sering bantuin temen-temen di bengkel, mulai dari bongkar pasang motor sampai nambal ban saya belajar disitu.

Biarpun sebenernya sata dimarahi kalau ketahuan nongkrong dibengkel, bergabung dengan temen-temen cowok dibengkel. Waktu itu saya sering sembunyi-sembunyian kalau main dibengkel.


 Lokasi : Waduk Lalung, Kab. Karanganyar
Dari dulu kami sering hunting tugas Fotografi, dan mass puu selalu menemani kalau libur kerja.

Orang tua dan kakak saya yg no.1 melarang saya ya wajar, saya anak perempuan main dibengkel, temen-temen cowok pula. Tetapi selama saya bergabung dengan mereka selama beberapa tahun aman-aman aja, yg penting kegiatan kami positif biarpun orang lain selalu berpikiran negatif masa bodoh dengan mereka.


Sampai lupa siapa aja dulu temen-temen yg biasa nongkrong dibengkel saking banyaknya, nama sebutan kami pun bukan nama asli. Ada nama-nama panggilan kami yg lebih ekstrim dan melekat sampai sekarang. Untung saja jaman dulu belum ada hp yg canggih seperti sekarang ini, jadi nggak ada selfi-selfian, facebook, twitter, ig, wa, path, dll.

Waktu itu kami masih bener-bener totalitas dalam bekerja, kalau sekarang apa-apa sedikit upload, apa-apa sedikit dibikin status. Dari yg tadinya nggak ada masalah bisa jadi ada masalah, karena kadang merasa tersinggung dengan apa yg dibicarakan temen di medsos.


Dari situ saya mulai terbiasa dengan yg namanya oli, dan nggak takut tangan kotor karena hitamnya oli. Ilmu yg nggak saya dapatkan dari meja belajar ada disana, temen-temen yg selalu tulus membantu setiap kesulitan, makan bersama seadanya sampai tertawa lepas bersama-sama.

Setidaknya saya tau bagian-bagian rumit kendaraan sampai keluhan-keluhan dan cara mengatasi kerusakannya. Kalau kakak yg no.2 dirumah lagi benerin motor, bongkar motor saya biasanya ikut biarpun sering disuruh-suruh bantuin ambil ini itu, kunci ini, kunci itu he..he....

Saya inget kalau motor rusak parah tu kalau lagi turun mesin, jadi perlu waktu sekitar 3-4hari untuk memperbaikinya. Sekarang sudah hampir 4th saya pakai motor matic disini, jadi tidak pernah megang-megang mesin apalagi benerin motor.


Dulu kebetulan kakak saya juga anggota tetap salah satu club motor ternama di solo waktu itu. Biasanya kalau setiap malam minggu kakak nongkrong diclub motornya jl. Slamet riyadi, dan saya sesekali ikut nongkrong juga. Saya orangnya minderan dan nggak pedean sih, jadi kalau ngobrol paling sama temen-temen kakak yg seumuran aja.


Temen-temen kakak saya kalangan orang berada, karena kebanyakan bos-bos pengusaha wiraswasta didaerah solo. Dan cewek-cewek yg biasanya ikut nongkrong adalah cewek-cewek gaul yg modis, secara anak club motor bisa bayangin sendiri yaa.


Kalau motor kotor g berani ikut nongkrong, soalnya nanti malu karena jadi sorotan. Motor yg ikut nongkrong dan konvoi ada syarat-syaratnya lho, harus modif yg seperti ini itu, harus rapi, bersih, g boleh kotor, harus kinclong gitu lah jadi g sembarangan aja.


Lanjut yaa.....
Dia setiap malem minggu juga nongkrong diclub motornya didaerah manahan, bareng sama cewek dan teman2nya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ ceweknya.....ceweknyaaaa.....lho๐Ÿ˜… saya aja masih jomblo ngak ada cowok. Bukanya ngak laku, tapi ngak mau pacaran dulu sebelum punya kerjaan yg berpenghasilan tetap.
Banyak sih yg nembak, cie...cie.....nembak. Saya ngak minat pacaran, pengenya masih free bisa happy kemana-mana.

Kadang tanpa sengaja kami ketemu, kadang menghilang beberapa bulan tanpa kabar. Dulu sering saya bantuin dia bikin tugas, merangkum materi sampe berpuluh-puluh halaman kertas folio, menggambar tugas-tugas tekniknya. Tugas saya dibantuin juga, jadi saling membantulah mana yg bisa dibantu dibantu.

 Foto sekitar tahun 2009, kami masih kucel


Tetapi karena keadaan yg menjadikan kami berpisah, tanpa kabar dan komunikasi. Mungkin karena kami sama-sama sibuk dengan kegiatan masing2, tugas kuliah yg banyak, penelitian, dll. Apalagi saya tau kalau ceweknya sangat-sangat tidak menyukai kedekatan kami yasudahlah lebih baik kita bekerja sendiri-sendiri.

Saya memang sengaja menjauh, karena alasan-alasan banyak tugaslah, penelitian, ini itu, padahal sebenernya nyari alasan aja. Tetep aja dia selalu cari info tentang saya, karena temen deketnya tinggal disebelah kampus saya.



Waktu itu sempat ketemu karena tanpa sengaja temanya yg ketemu saya, mereka mau magang selama 3 bulan di Jakarta apa Jawa Barat gitu katanya mau pamitan sama saya. Aneh....jarang sekali ketemu, udah lama banget nggak pernah ketemu tau-tau mau pamitan gitu. Saya pikir dia udah lupa sama saya, ternyata kok masih inget.

Karena nggak enak udah jauh-jauh nyari saya nggak ketemu, sayapun pergi kerumahnya dengan temen. Sampai disana ternyata nggak ketemu, dia pergi ke setasiun beli tiket kereta api karena nanti malam mau berangkat. Yasudah kamipun pulang, berarti belum ada kesempatan untuk kami ketemu gitu aja. Lagian saya pikir, ni orang pasti cuman iseng-iseng aja nyari saya.

Lokasi : Waduk Lalung, Kab. Karanganyar

Herannya tu.... setelah perjalanan yg sangat panjang sekali, dari sama-sama punya pasangan sampai ketemu lagi pas udah sama-sama putus dari pacar๐Ÿ˜Œ kurang lebih mungkin sekitar 3th kami tidak ada komunikasi sama sekali, tanpa sengaja waktu beres-beres gudang nemuin no.hp temen-temen dan ada no.dia disana.

Iseng-iseng aja saya sms satu per satu no.temen-temen saya termasuk dia, dan akhirnya setelah 8jam lebih baru dibalasnya. Seneng banget rasanya, kayak nemuin kucingku yg hilang sekian lama dan baru ketemu. Jam 11 malem saya baru bales smsnya, dia langsung telpon sampai pulsanya habis sekitar jam 01.00 pagi.

Tau nggak yg ditanyain apa? Pasti itu terus yg ditanyain setiap ketemu dari dulu.

"Kamu masih jalan sama cowokmu?"


saya nanya dengan jutek

"Emang kenapa kok nanyanya gitu?"


Sambil cengar-cengir dia jawab,

"Kalo kamu masih jalan sama cowokmu g mungkin kamu mau angkat telponku"


saya tanya

"Kamu masih jalan sama cewekmu?"


Dia jawab

"Kalo masih jalan sama cewekku nggak mungkin saya telpon kamu jam segini"


Entah apa saja yg kami bicarakan waktu itu, posisi dia sedang bekerja shift malam. Jadi yaa seneng-seneng aja dia dapet temen ngobrol tengah malem, daripada sendirian sepi.

Nanyain siapa pendamping wisudanya, dia deket sama cewek siapa aja. Dia nanyain juga masalah kapan putus sama mantan, ngapain putus, sampe dia tertawa bahagia banget dari seberang sana. Karena emang dari dulu dia selalu doain saya putus sama mantan.

Jadi kami bersama lagi deh, dan kami memutuskan untuk tidak berpacaran. Takutnya kalo misalnya nanti putus, pasti temenan kami bakal berantakan nggak seperti dulu lagi. Dan akhirnya kami sepakati untuk jalan bareng aja, temenan seperti biasa g ada status yg saling memberatkan.


Kalau jodoh pasti nikah, tapi kalau tidak jodoh pasti kita jadi sahabat baik sampai tua. Gitu aja nggak dibikin susah kan, kami tetep jalan bareng seperti biasanya. Dia temenan deket sama cewek lain nggak ada masalah, saya temenan deket sama cowok lain nggak jadi masalah juga.

Sama-sama ngertilah, mungkin karena dia ngerasa selalu sibuk bekerja dan nggak mungkin ada waktu full 24 jam buat menemani atau membantu tugas-tugas saya. Saya juga demikian, tidak terlalu memberatkan minta dibantuin tugas-tugas kuliah saya, minta ditemenin kesana kesini seperti dulu.

Saya ngerti sekarang dia udah beda setatusnya, dulu masih seorang mahasiswa yg bisa diajak pergi kemana-mana selagi nggak ada jadwal kuliah. Kalau sekarang dia seorang karyawan yg harus bekerja secara profesional, jadi nggak bisa seenaknya saja mengatur waktu.

Lokasi : Pantai Klayar Pacitan, Jawa Timur

Kami bertemu kadang 1 minggu 1x, 1 bulan 1x, 2 bulan 1x, kadang pernah 3 sampai 4 bulan baru ketemu 1x. Masalahnya dia itu seorang teknisi di sebuah perusahaan percetakan yg cukup besar di solo. Sabtu dan minggu sering disuruh masuk karena memperbaiki mesin yg rusak.

Dan kurang lebih 4 th kemudian kami peresmian langsung akhad nikah nih, di tanggal yg dibilang baik menurut perhitungan kejawen. Antara 11 Januari dan 24 Februari kami disuruh memilih diantara kedua tanggal pilihan itu, dan setelah menimbang-nimbang adanya baik dan buruk, siap nggak siap kami pun memilih tanggal 11 Januari tahun 2013 untuk acara akhad nikah kami yg sebenernya terkesan terburu-buru.

Lokasi : Pelelangan ikan Pacitan, Jawa Timur


Padahal dulu plaining th 2012 mau nikah, dan ternyata hanya meleset 11 hari dari th 2012๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜€

Setelah menikah kami LDR an kurang lebih 2 th, kemudian acara resepsi dilaksanakan pada th 2015 baru kami bersama lagi sampai sekarang๐Ÿ˜†


Sepenggal jalan cerita kami, intinya kalau jodoh tidak akan lari kemana. Pacaran bertahun-tahun belum tentu bisa sampai ke pelaminan, tapi temenan baik sama seseorang pasti bisa menghantarkan kita ke pelaminan (pengalaman) ha..ha....

Yang namanya manusia hanya bisa berusaha untuk kedepan lebih baik, tapi selalu allah yang menentukan. Jangan lupa banyak berdo'a yaa, semoga yang belum mendapat jodoh segera dipertemukan, okeee.....?  ;)

Minggu, 13 November 2016

LAPHAU CAFE SUNGAI PENUH

JAJANAN YANG SEMPAT DIABADIKAN



LAPHAU CAFE adalah salah satu tempat makan faforit saya disini, karena sebagian besar menu-menu yang ada cocok dengan lidah.
Laphau cafe terletak di Jl. Jenderal Sudirman, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, tepatnya didepan kampus STIA/STIE Sakti Alam Kerinci.

Kalau sejarahnya sih saya kurang tau kapan mulai dibuka cabang LAPHAU CAFE yg ke-2 ini, setau saya sekitar awal Tahun 2016. Pemilik cafe dan chef yang memasakpun saya kurang tahu, kapan-kapan saya akan mencari informasi kalau sempat. Masalahnya setiap saya makan disitu pasti pada sibuk menyiapkan pesanan-pesanan costumer. Selain costumer yang makan ditempat banyak juga costumer yang memesan dari luar, seperti kantor-kantor dan instansi pemerintah.

Tempatnya kecil, tidak seperti cafe-cafe yang lainnya. Menu disini banyak bervariasi, jadi kita bisa memesan banyak pilihan menu. Setiap costumer datang selalu disambut dengan senyum ramah pemilik dan pelayannya. Harganyapun saya rasa sesuai dengan kantong para mahasiswa dan anak-anak sekolah, ada tersedia beberapa paket pilihan makanan dengan bonus miuman dingin atau minuman panas.Berikut ini adalah menu-menu di LAPHAU CAFE yang pernah saya cicipi :


1. Ayam Geprek

Beber-bener pedes yang bikin air mata mengalir deh.... cabe rawitnya superrrrr..... banget.


2. Ayam Asam Manis

Kalo yang ini makan ber 2 sama nia, porsi makan kami banyakkkkk.....

3. Bihun Goreng

Sepertinya ini yang pesan bukan saya, tetapi yesi.... dia itu kalo makan biasanya cuman dikit banget, udah cuman segituaja yang dimakan.

4. Capcay 1

Kalau nggak salah ini capcay saya makan di Laphau Cafe yg Bawah deket minimarket Ataya.
 

5. Capcay 2

Kalau yang ini saya makan di Laphau Cafe atas depan kampus STIA/STIE Kerinci.

6. Capcay 3  

Yang ini juga saya makan di Laphau Cafe atas depan kampus STIA/STIE Kerinci.
 

7. Chicken Steak 1

Dan disini juga saya baru ketemu kuah steak ayam yang pake taburan daun sop.

8. Potato Crispy 1

Potato crispy ini terbuat dari bahan dasar kentang yang dibalut dengan tebalnya tepung bumbu, sehingga rasanya jadi kress...kresss.... krispy-krispy gimana gitu.

9. Nasi Putih


Kalau pesannya capcay pasti nasinya selalu disendiriin, entah karena harganya nambah atau gimana. Saya kira nasi udah sepaket dengan capcaynya, dan ternyata enggak.....
 

10. Tahu Setan 1

Tahu ini seperti tahu isi, tetapi isinya bukan sayuran melainkan sambal cabe rawit yang pesesnya mintaampun. Mungkin  karena setelah menggigit tahu kita merasa kepedesan, kaget dan cepet-cepet nyari air putih dibikin namanya tahu setan kali yaa....

11. Tahu Setan 2

Pokoknya selagi nungguin pesanan makanan yang masih dimasak biasanya kami pesan cemilan yang berupa tahu setan, pasti nggak habis dan selalu dibungkus untuk dibawa pulang.

12. Ayam Geprek Tapi Nggak Digeprek


Baru disini saya ketemu ayam geprek tapi nggak digeprek, ha..ha.... beneran lho. Ayamnya cuman digoreng aja, kayak bumbu ayam kentucky terus sambalnya cuman ditaruh dimangkuk aja.

 13. Pecel Ayam

Kalo pecel ayam sih udah banyak di Sungai Penuh, tapi sekali-kali coba aja ngerasain yang disini.

Sayang sekali sekitar pertengahan tahun 2017 Laphau Cafe yang di atas (depan kampus STIA/STIE) tutup dan pindah tempat di depan Plaza Arafah dan berganti nama menjadi Qiniko Resto. Disana ada beberapa menu yang tidak tersedia lagi, seperti misalnya tahu gejrot, tahu setan dan beberapa menu lainnya yang saya lupa.



 









Kamis, 10 November 2016

DAPURKU 1

SEMUA MAKANAN YANG SAYA MASAK SENDIRI

Berikut ini adalah masakan-masakan sederhana buatan saya, sekedar iseng untuk mengisi perut yang kelaparan. Selain resep yang saya peroleh dari Ibu dulu sewaktu masih tinggal serumah, resep-resep lainnya saya juga browsing di google. Sebenarnya saya tidak hobby memasak, karena sekarang posisi saya tidak berada di Solo (daerah asal) mau tidak mau saya harus belajar mandiri untuk bisa memasak, karena kalau jajan kebanyakan makanan yang dijual disini cenderung bersantan. Bukannya saya tidak suka makanan bersantan, tapi karena kolesterol saya tinggi jadi kalau bisa saya harus masak sendiri.





 1. SOP JAGUNG MANIS

 Sop jagung manis yang saya buat sangat simple sekali.

Bahan yang digunakan :
1 Buah jagung manis
1 Buah tomat
1 Buah wortel
4 Lembar kol
1 Gengam mie bihun
2 Batang daun bawang
Air secukupnya

Bumbu :
4 Buah bawang putih
5 Buah bawang merah
8 Butir merica
1 Sdm garam
1 Sdm gula pasir (gantinya micin)
4 Sdm minyak sayur untuk menumis

Cara memasak :
Potong-potong semua bahan, serut jagung manis kemudian cuci dan sisihkan. Giling semua bumbu dengan menggunakan  batu gilingan kecuali gula pasir. Panaskan minyak goreng, kemudian tumis bumbu sampai berbau harum. Setelah berbau harum masukkan air kedalam Spanci, aduk rata supaya bumbu dapat bercampur dengan air. Setelah mendidih masukkan bahan-bahan kedalam panci (kecuali bihun). Beberapa saat kemudian masukkan bihun, tunggu sampai mendidih dan matikan api. Sop jagung manis siap dihidangkan.





2. SAMBAL GORENG KENTANG TELUR PUYUH
  Makanan ini saya buat karena pengen dan kangen masakan jawa, biasanya dimasak kalau ada acara dirumah seperti mendo'a/yasinan, lebaran, nikahan, dll.
Resepnya simpel kok, yang ribet tu waktu ngupasin telur puyuh satu per satu, butuh kesabaran yang tinggi karena kulit telur puyuh yang tipis. Berikut ini adalah resepnya :

Bahan yang digunakan :
6 Bh kentang
8 Buah cabe merah
4 Buah cabe rawit
300 Ml santan
20 Bh telur puyuh 
Air secukupnya

Bumbu :
8 Siung bawang putih
12 Siung bawang merah
1 Sendok garam
6 Sdm minyak sayur
1 Sdm gula pasir
1 Bh lengkuas
4 Lembar daun salam

Bahan acar :
2 Buah mentimun
2 Buah wortel
3 Sdm gula psir
Cuka secukupnya


Cara memasak :
Kupas kentang, potong-potong seperti dadu kemudian rendam kedalam air supaya tidak berubah menjadi coklat. Rebus telur puyuh sampai matang, kemudian kupas kulitnya. Giling bumbu dengan menggunakan batu gilingan, iris serong cabe merah dan cabe rawit.
Panaskan minyak kemudian tumis bumbu hingga berbau harum, masukkan potongan kentang kedalam tumisan dan aduk sampai bumbu merata. Setelah setengah matang tambahkan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih. Setelah mendidih masukkan gula pasir, kemudian masukkan santan dan aduk supaya santan tidak pecah. Setelah matang matikan api, sayur siap dihidangkan. Tambahkan kerupuk udang supaya lebih nikmat.

Untuk membuat acar :
Kupas wortel kemudian potong kecil-kecil, kupas mentimun, buang isinya kemudian potong kecil-kecil, etelah dicuci masukkan gula pasir dan cuka, kemudian aduk rata.
 





3. NASI GORENG ALA NUNIC




Biasanya kalau malam-malam kelaparan dan tidak ada makanan dan males jajan karena kolesterol tinggi, saya membuat nasi goreng asal-asalan saja. Adanya bahan-bahan didapur dimanfaatkan, demi menjaga kesehatan pencernakan yang penting perut terisi.

Bahan yang digunakan :
2 Centong nasi putih
5 Buah buncis
1 Buah wortel
Minyak goreng/margarin secukupnya

Bumbu :
3 Siung bawang putih
5 Siung bawang merah
1 Sdt garam
Saus dan kecap secukupnya

Untuk lalapan :
2 Lembar kol
1 Buah tomat
1 Buah mentimun
Bawang goreng secukupnya

Cara membuat :
Potong-potong kol dan mentimun kemudian sisihkan. Potong-potong sesuai selera buncis dan wortel. Iris tipis-tipis bawang merah dan bawang putih. Panaskan minyak goreng/margarin, kemudian masukkan bawang merah, bawang putih dan garam, tumis sampai berbau harum. Masukkan potongan wortel dan buncis, tumis sampai layu, kemudian masukkan nasi putih aduk sampai bumbu merata. Tambahkan kecap manis dan saus sambal secukupnya, aduk sampai matang kemudian matikan api dan siap untuk dihidangkan.
Tambahkan potongan kol, mentimun dan tomat, kemudian beri taburan bawang goreng.


4. TEMPE, TELUR PENYET + TUMIS KANGKUNG


Resepnya belum sempat ngepost yaa teman-teman, sabar :)
 
5. TAHU ACAR


Kalau yang ini resep dan cara masaknya bisa dikunjungi situs ini
https://cookpad.com/id/resep/1435552-tahu-acar-simpel

 
6. MARTABAK TELUR




7. SOTO AYAM SOLO




8. TONGSENG DAGING SAPI




9. TELUR BALADO + TUMIS LABU SIAM, WORTEL,
   BUNCIS BUMBU KUNING




10. SETUP MAKARONI




11. GADO-GADO 




12. WEDANG JAHE SUSU 



Ini pas penyajiannya, diminum sama doraemon yang lagi manyunn ha..ha....


 Ini pas masaknya, diaduk terus biar susunya tidak pecah yaa. Kalau pecah jadinya seperti gumpalan es kopyor, jadi tidak menyatu rasanya dengan jahe.



Untuk resepnya sudah saya posting di cookpad, silahkan buka linknya dibawah ini yaa....
https://cookpad.com/id/resep/1435703-wedang-jahe-susu-manis?ref=recipe


13. SAMBEL TOMAT, TEMPE + LALAPAN


Masakan sederhana, seperti itu saja seudah sangat sepesial buat saya.


 14. CILOK



Kalau yang ini inget jajanan waktu masih SD dulu, jajan kalau masih ada uang saku. Kalau uang saku tidak ada/sudah habis yahh....tinggal nelan ludah saja liat teman yang lain makan cilok.


15. CILOK GORENG BUMBU BALADO



Cobain kalau digoreng seperti apa, ternyata lebih keras jadinya. Kalau masih panas enak, tapi kalau sudah dingin alonya minta ampun. Jadi selama ini kalau ada tukang siomay/cilok yang selalu bawa kompor kemana-mana itu fungsinya untuk menjaga supaya dagangan mereka tetep bisa dimakan empuk, hemmm....


16. ONDE-ONDE ISI KETELA RAMBAT



Kalau ini saya buat pas kelaparan akut, adanya dirumah tinggal tepung ketan, mau buat isiannya kacang hijau tapi males nungguin merendamnya lama. Yasudahlah pakai yang ada, ketela rambat direbus terus dihancurkan dan dikasih gula.


 17. TONGSENG DAGING SAPI




18. TUMIS LABU SIAM, WORTEL, KACANG PANJANG




19. PROL TAPE SINGKONG MANIS




20. PENSI/HECI BUMBU SOP



Hasil jadi sesudah matang



Tinggal kulitnya saja yang tersisa dipiring




21.KOLAK PISANG





22. TAHU, SINGKONG BALADO



Bisa dimakan buat cemilan, bisa juga dimakan buat lauk nasi




23. SAMBEL GORENG KENTANG + KAPRI
 



24. MIE REBUS ALA NUNIC 1
 


25. BOTHOK IKAN TERI
 


26. KOLAK PISANG + KETELA RAMBAT
 


26. STEAK AYAM ALA NUNIC 1



Hasil jadinya seperti ini, lumayan daripada jajan





27. KUAH STEAK
 

Karena iseng-iseng ngasih teman, saya bungkus biar nampak seperti steak ayam yang dibeli



  
28. NASI GORENG ALA NUNIC 1
 



29.JAMUR TIRAM GORENG




30. GADO-GADO SEADANYA




 31. TUMIS KACANG PANJANG + KREMES TEMPE




32.IKAN DANAU SINGKARAK




33.BAKWAN JAGUNG + BUBUR KACANG HIJAU
 


33.PEYEK IKAN TERI




34.OBLOK-OBLOK TEMPE TERI




35.TEMPE KRISPY
 


36.MIE REBUS TELUR
 


37.NASI GORENG + BOLA-BOLA TAHU
 


 39.RUJAK/LOTIS BUMBU KACANG




40.DAGING SAPI BUMBU NANAS




41.TUMIS KACANG PANJANG + DAGING
 


42.HIDANGAN SEPESIAL HARI RAYA QURBAN
 


43.GARANG ASEM ALA NUNIC








44.PERKEDEL TAHU WORTEL
 

45.TUMIS SOUN, BUNCIS, TEMPE




46.HUNKWE ROTI TAWAR
 




47.KARE AYAM




48.SETUP MAKARONI SUSU





49.TAHU ACAR PEDAS



  
50.TONGSENG AYAM
 



51.SAMBEL TOMAT, PERKEDEL TAHU, IKAN TONGKOL
 


52.CHIKEN FILED




53.ROTI GORENG TEFLON



Resep roti goreng teflondapat dilihat di link berikut :
https://cookpad.com/id/resep/851830-roti-goreng-teflon?ref=search

54.CILOK



55.TEMPE MENDOAN




56.NASI GORENG PETAI MUDA
 


57.RICA-RICA AYAM







58.TUMIS PARE TELUR
 



59.TEMPE MENDOAN RENYAH





60.NASI GORENG MAWUT
 



61.GULAI IKAN TONGKOL
 






63.TELUR TEMPE PENYET + LALAPAN
 


64.STEAK AYAM





65.TEMPE MENDOAN LAGI
 




66.TEMPE PENYET + LALAPAN




Sebagian hasil masakan saya juga sempat saya posting seperti sambal terong pedas manis, silahkan buka linknya di
 https://cookpad.com/id/resep/851776-sambal-terong-pedas-manis?ref=search

Tempe mendoan enak
https://cookpad.com/id/resep/851719-tempe-mendoan-enak?ref=search

Nasi goreng pilus
https://cookpad.com/id/resep/851790-nasi-goreng-pilus?ref=recipe